Pada 22 Oktober 2026, Ryan Law dari Ahrefs menerbitkan opini tentang pola konten yang makin sering ia lihat di situs merek besar: halaman yang ditulis seolah tidak akan pernah dikunjungi manusia (Ahrefs, 22 Oktober 2026). Ia menyebutnya headless content marketing. Pertanyaan yang pasti muncul dari klien: “Haruskah kita ikut?” Jawaban saya untuk situs jasa kecil: sebagian prinsipnya berguna, tetapi versi penuhnya berisiko dan tidak cocok.
Artikel ini bukan soal cara tampil di AI Search secara umum. Untuk itu sudah ada query fan-out dan dashboard visibilitas AI. Fokusnya satu: di mana batas antara menulis jelas untuk mesin dan menulis untuk mesin saja.
Apa yang dimaksud Ahrefs
Menurut Law, halaman headless content punya ciri berikut:
- ringkas dan langsung ke inti;
- penuh rujukan spesifik: produk, konsep, merek;
- berisi pernyataan tegas dengan bukti yang bisa dikutip;
- tersusun dalam kluster topik yang rapi;
- diperbarui sangat sering;
- tanpa pengalaman pribadi, anekdot, keraguan, bahasa berwarna, bahkan gambar ilustrasi;
- biasanya dibuat dengan AI.
Tujuannya, kata Law, bukan membawa orang ke situs. Halaman itu ada agar merek disebut di jawaban AI, domain muncul sebagai sumber, dan narasi penting tidak diserahkan ke kompetitor. Alasannya ia kaitkan dengan insentif: AI Overviews dan ChatGPT menurunkan klik dan peringkat berurutan, sehingga pengalaman di halaman terasa tidak penting.
Perlu dicatat dua hal. Pertama, ini opini dan pengamatan satu praktisi, bukan data terukur. Law sendiri menulis bahwa tidak ada jaminan strategi ini bertahan lama, karena AI Search mungkin tidak selamanya mengandalkan retrieval dari indeks web. Kedua, ia menyebut pola ini muncul di merek besar dengan blog raksasa, bukan di situs kecil.
Bagian yang boleh diambil
Tidak semua ciri itu buruk. Beberapa memang praktik baik yang sudah lama diajarkan:
- Jawaban langsung di awal. Kalimat pertama sebuah halaman layanan sebaiknya menyatakan apa yang ditawarkan, untuk siapa, dan di mana. Ini membantu pembaca dan mesin sekaligus.
- Fakta bisa diverifikasi. Harga, cakupan layanan, durasi pengerjaan, dan syarat ditulis tegas dan konsisten di semua halaman.
- Pembaruan karena data berubah. Memperbarui halaman saat harga atau paket berubah itu wajar. Memperbarui tanggal tanpa perubahan isi tidak.
- Struktur jelas. Heading deskriptif dan tabel untuk perbandingan paket.
Semrush menunjukkan mengapa fakta yang tegas dan mutakhir penting. Dalam kasus yang mereka tulis, AI Overview Google sempat menjawab salah bahwa sebuah platform tidak punya REST API, karena mengutip tulisan blog lama yang sudah usang. Setelah halaman lama diperbarui dan halaman baru diajukan untuk diindeks, jawabannya berubah (Semrush). Itu satu kasus, bukan jaminan, tetapi pelajarannya sederhana: konten lama yang keliru bisa jadi sumber jawaban yang salah.
Bagian yang harus dihindari
Halaman yang sengaja tidak untuk manusia
Kebijakan spam Google melarang konten yang dibuat dalam skala besar demi memanipulasi peringkat tanpa menambah nilai bagi pengguna, apa pun cara pembuatannya (Google, spam policies). Halaman yang tidak dimaksudkan untuk dibaca siapa pun dan diproduksi massal oleh AI berada sangat dekat dengan garis itu. Law sendiri mengakui Google lama berperang melawan konten yang ditulis untuk mesin. Bagi merek besar, risiko itu mungkin bisa ditanggung. Situs jasa dengan 20 halaman tidak punya cadangan.
Menghapus pengalaman dan bukti kerja
Calon klien jasa memilih orang, bukan korpus informasi. Studi kasus, foto hasil kerja, dan penjelasan proses adalah alasan orang menghubungi Anda. Membuangnya demi gaya “ELI5 untuk mesin” menghapus satu-satunya hal yang membedakan Anda dari kompetitor yang juga memakai AI.
Kluster halaman kembar
Halaman per layanan per kota dengan isi yang sama kecuali nama kota adalah doorway, bukan headless content yang rapi. Jika Anda tergoda memperbanyak halaman karena “AI butuh banyak sumber”, berhenti. Tambah halaman hanya bila ada isi unik: studi kasus nyata, data lokal faktual, atau pertanyaan pencarian yang belum dijawab halaman lain.
Uji cepat sebelum menerbitkan halaman baru
Tanyakan lima hal:
- Apakah ada orang nyata yang akan membaca halaman ini, dan apa yang mereka lakukan setelahnya?
- Apakah halaman ini menjawab pertanyaan yang belum dijawab halaman lain di situs?
- Apakah ada bukti pengalaman nyata: foto, angka dari proyek, nama klien yang boleh disebut?
- Apakah semua klaim bisa ditunjuk sumbernya?
- Bila AI Search hilang besok, apakah halaman ini tetap berguna?
Jika dua pertanyaan atau lebih dijawab “tidak”, jangan terbitkan. Perbaiki halaman lama yang sudah ada.
Yang saya sarankan ke klien
- Audit halaman lama dulu. Cari informasi usang atau saling bertentangan: harga lama, layanan yang sudah tidak ditawarkan, alamat lama. Ini murah dan terbukti relevan, seperti kasus Semrush di atas.
- Satu halaman layanan yang kuat per layanan, bukan sepuluh varian.
- Tulis untuk manusia, rapikan untuk mesin. Jawaban awal yang jelas, fakta konsisten, struktur rapi, tetapi tetap ada cerita proyek dan kontak yang mudah ditemukan.
- Tidak ada janji sitasi. Tidak ada format yang menjamin muncul di jawaban AI. Katakan itu terang-terangan di proposal.
Law benar bahwa insentif berubah. Tetapi bagi situs jasa kecil, insentifnya tetap sama: dipercaya, lalu dihubungi. Halaman yang tidak punya wajah manusia tidak bisa melakukan itu.