Tools riset kata kunci berbayar harganya mulai dari satu juta rupiah per bulan. Untuk UMKM yang baru mulai, itu berat.
Kabar baiknya: sebagian besar yang Anda butuhkan sudah tersedia gratis. Kabar kurang baiknya — dan ini perlu saya sampaikan di depan — metode gratis tidak bisa memberi Anda angka volume pencarian yang akurat. Yang bisa Anda dapatkan adalah sesuatu yang justru sering lebih berguna: mengetahui frasa apa yang benar-benar diketik orang.
Artikel ini metode yang saya pakai sendiri.
Kenapa Volume Pencarian Bukan Segalanya
Banyak orang terjebak mengejar angka volume. Padahal untuk website baru, tiga hal ini lebih menentukan:
- Apakah frasanya benar-benar diketik orang — bukan tebakan Anda
- Seberapa jelas maksud di baliknya — orang yang mengetik “harga jasa website medan” jauh lebih dekat ke pembelian daripada yang mengetik “website adalah”
- Apakah Anda punya peluang menang — kata kunci bervolume besar biasanya sudah dikuasai situs berumur
Ketiganya bisa Anda nilai tanpa tools berbayar.
Metode 1: Google Autocomplete
Ini sumber data paling jujur yang tersedia gratis. Saran yang muncul saat Anda mengetik di kotak pencarian berasal dari query nyata pengguna lain.
Cara dasarnya: ketik kata kunci utama Anda di Google, jangan tekan Enter, lalu catat semua saran yang muncul.
Cara yang lebih produktif — teknik alfabet: ketik kata kunci Anda diikuti satu huruf, bergantian dari a sampai z.
jasa pembuatan website a → ... aplikasi, ... android
jasa pembuatan website b → ... bandung, ... berapa, ... bali
jasa pembuatan website c → ... company profile
jasa pembuatan website d → ... di medan, ... desain
Satu kata kunci induk bisa menghasilkan puluhan variasi yang tidak akan pernah terpikirkan kalau Anda hanya menebak.
Tambahkan juga kata tanya di depan: “berapa”, “kenapa”, “bagaimana”, “apakah”. Variasi pertanyaan inilah bahan mentah artikel blog Anda.
Metode 2: Panen “Orang Juga Bertanya”
Cari kata kunci utama Anda di Google, lalu gulir ke bagian “Orang juga bertanya” (People Also Ask).
Yang menarik: setiap kali Anda mengklik salah satu pertanyaan, muncul pertanyaan-pertanyaan baru di bawahnya. Klik beberapa kali, dan Anda punya peta lengkap hal-hal yang membingungkan calon pelanggan Anda.
Setiap pertanyaan di situ adalah kandidat subjudul H2 untuk artikel Anda. Halaman yang menjawab banyak pertanyaan turunan dengan tuntas cenderung dinilai lebih relevan daripada halaman yang hanya mengulang kata kunci.
Metode 3: Google Search Console (Kalau Website Sudah Jalan)
Ini yang paling sering diabaikan, padahal paling berharga — dan datanya spesifik untuk website Anda sendiri, bukan rata-rata industri.
Buka Performance → Queries. Yang Anda lihat adalah kata kunci nyata yang sudah menampilkan website Anda di hasil pencarian.
Cara membacanya:
- Tayangan banyak, klik sedikit → Anda sudah muncul tapi judul dan deskripsinya kurang menarik. Perbaiki title dan meta description-nya, ini perbaikan tercepat yang ada.
- Posisi 11–20 → Anda di halaman kedua. Halaman-halaman ini paling layak diperbaiki; mendorong dari posisi 15 ke 8 jauh lebih mudah daripada membuat halaman baru dari nol.
- Kata kunci yang tidak Anda targetkan tapi muncul → Google menganggap Anda relevan untuk itu. Kalau relevan dengan bisnis Anda, buatkan halaman khususnya.
Search Console gratis dan wajib dipasang. Kalau belum, itu prioritas nomor satu sebelum riset apa pun.
Metode 4: Membaca SERP untuk Menilai Persaingan
Sebelum memutuskan mengejar sebuah kata kunci, cari dulu di Google dan lihat siapa yang menempati sepuluh besar.
Yang perlu diperhatikan:
- Isinya website besar semua (Tokopedia, Detik, situs agensi nasional)? Peluang Anda tipis dalam waktu dekat.
- Ada forum, Quora, atau blog personal kecil? Ini celah. Artinya Google belum menemukan jawaban otoritatif, dan halaman yang benar-benar bagus bisa masuk.
- Hasilnya toko online semua padahal Anda menjual jasa? Maksud pencariannya tidak cocok. Sebagus apa pun artikel Anda, tidak akan masuk.
Perhatikan juga panjang dan kedalaman halaman yang sudah ranking. Kalau semuanya artikel 3.000 kata dengan tabel dan data, Anda tidak akan menang dengan tulisan 500 kata.
Metode 5: Mencuri Ide dari Ulasan dan Forum
Buka Google Maps, cari kompetitor Anda, baca ulasan bintang satu dan dua. Keluhan yang berulang adalah masalah nyata yang orang cari solusinya.
Sumber lain yang sama bagusnya: kolom komentar di YouTube untuk topik terkait, grup Facebook industri Anda, dan thread Kaskus atau Quora berbahasa Indonesia.
Bahasa yang orang pakai saat mengeluh adalah bahasa yang mereka pakai saat mencari.
Menyusun Hasilnya Jadi Rencana
Setelah terkumpul, kelompokkan berdasarkan maksud pencarian:
| Jenis | Contoh | Halaman yang Cocok |
|---|---|---|
| Informasional | ”cara mempercepat website” | Artikel blog |
| Komparatif | ”wordpress vs astro” | Artikel perbandingan |
| Komersial | ”harga jasa website company profile” | Artikel + tautan ke halaman layanan |
| Transaksional | ”jasa website medan” | Halaman layanan |
Kesalahan yang paling sering terjadi: memaksa kata kunci informasional ke halaman jualan. Orang yang mengetik “cara mempercepat website” sedang mencari panduan, bukan penawaran. Sambut dengan artikel yang benar-benar menjawab, lalu tawarkan jasa di bagian akhir — setelah Anda membuktikan kompetensi.
Batasan Metode Gratis
Supaya adil, ini yang tidak bisa Anda dapatkan:
- Angka volume pencarian. Autocomplete memberi tahu frasa itu dicari, bukan seberapa sering.
- Skor tingkat kesulitan. Anda harus menilai sendiri dari membaca SERP.
- Data backlink kompetitor. Perlu tools berbayar.
- Pelacakan posisi otomatis. Bisa disiasati dengan mencatat manual dari Search Console.
Untuk website baru sampai menengah, keterbatasan ini jarang jadi penghalang. Tools berbayar mulai benar-benar berguna saat Anda mengelola puluhan halaman dan butuh memantau pergerakan secara sistematis.
Langkah Praktis Minggu Ini
Kalau Anda ingin langsung mulai:
- Pasang Google Search Console kalau belum
- Ambil satu layanan utama Anda, jalankan teknik alfabet — kumpulkan 30–50 variasi
- Cari lima di antaranya di Google, catat pertanyaan di “Orang juga bertanya”
- Pilih satu yang persaingannya paling longgar, tulis artikel yang benar-benar menjawabnya
- Ulangi minggu depan
Konsisten empat minggu, Anda punya empat artikel yang menargetkan pertanyaan nyata — lebih berharga daripada empat puluh halaman yang isinya sama semua.
Butuh Bantuan Menentukan Prioritas?
Riset kata kunci itu bisa dipelajari, tapi memilih mana yang layak dikejar lebih dulu — mempertimbangkan umur domain, otoritas, dan kekuatan pesaing — butuh pengalaman menilai.
Kalau Anda sudah punya daftar kata kunci tapi bingung mulai dari mana, atau ingin tahu realistisnya berapa lama sampai membuahkan hasil, itu bagian dari yang saya kerjakan di Jasa SEO.
Baca juga:
- Kenapa Website Tidak Muncul di Pencarian Google — cek dulu sebelum riset kata kunci
- Biaya Pembuatan Website Company Profile 2026 — kalau websitenya sendiri belum ada